Senin, 25 Januari 2016

Harlah MTI ke 20 - Road Map Sistem Transportasi Indonesia 2016


Kepengurusan Organisasi Masyarakat Transportasi Indonesia


Banyak orang mengartikan usia 20 tahun sebagai usia kedewasaan dan kematangan berfikir, serta sudah bisa melihat visi hidup dengan jernih. Bahkan sebagian tokoh sukses dunia memulai karir sukses nya dari usia 20 an tahun. Sebut saja pemilik Facebook Mark Zuckerberk, atau kalo mau cari profil pengusaha muda lokal, kita bisa berkaca dari CEO Gojek Indonesia Nadim Kariem, COO Kudo Indonesia Agung Nugroho, atau Salman Subakat yang berhasil merajai pasar kosmetik Indonesia dengan brand Wardah nya. Mereka adalah profil anak muda sukses yang memulai karir di usia belia.

Seperti halnya kesuksesan yang telah diraih para pengusaha muda itu, kesuksesan managemen transportasi yang ada di negeri ini juga tidak lepas dari peran organisasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). Pada ulang tahunnya yang ke 20 tahun kemarin yang diadakan di Hotel Le Meridian Jakarta, MTI berkomitmen untuk terus menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan tatanan transportasi nasional yang teratur dan terarah, sehingga bisa membawa pertumbuhan ekonomi yang semakin baik kedepannya.

Prof. Danang Parikesit, ketua MTI dalam sambutannya memaparkan road map transportasi di Indonesia tahun 2016. Menurutnya managemen transportasi yang baik akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian bangsa secara signifikan, dengan rasio 1 banding 15. Problem terbesar penghambat pertumbuhan transportasi adalah overlapping kebijakan antara pusat dengan daerah. Ini tak lain karena efek dari konsep otonomi daerah yang memunculkan ‘raja raja kecil’ di daerah. Benang kusut tersebut harus bisa diurai oleh pemerintah sekarang, khususnya kementerian yang memegang bidang ini. Dan sebagai organisasi independen, MTI merasa wajib untuk mendampingi dan memberi masukan positif yang bersifat membangun kepada pemerintah.

Diurut dari sejarah Indonesia, semenjak indonesia merdeka hingga sekarang sebagian jabatan menteri perhubugan di jabat bukan dari kalangan profesional, hanya beberapa gelintir saja di era SBY seorang menteri perhubungan di pegang oleh seorang rofesional di bidang transportasi, itu juga hanya menjabat beberapa bulan saja. Memang sih, kebanyakan pembantu presiden atau menteri adalah mereka yang dulunya menjadi pendukungnya, sebagai konsekuensi dari proses politik di Indonesia. Faktor tersebut juga ditengarai menjadi penghambat pertumbuhan pembangunan sistem transportasi di Indonesia.

Kondisi transportasi di Indonesia?
Transportasi di Indonesia dibagi menjadi 3 kelompok besar, meliputi transportasi darat, transportasi laut, dan transportasi udara. Berdasar Outlook 2015, sebanyak 23 ribu korban kecelakaan terjadi pada sistem transportasi Indonesia, dan kecelakaan terbesar terjadi pada angkutan darat. Oleh karena itu, keselamatan lalu lintas darat di tahun 2016 wajib ditingkatkan. Rendahnya budaya disiplin dan terbatasnya jumlah petugas safety inspector menjadikan tingkat keamanan transportasi di Indonesia sangat rendah dibanding negara lainnya. 

Sementara transportasi laut menjadi “anak tiri”  yang kurang mendapatkan perhatian pemerintah dibanding dua kelompok transportasi lainnya.  Perkembangannya juga sangat lambat, padahal Indonesia adalah negara maritim yang sangat potensial untuk mengembangkan jenis transportasi laut. Kebijakan mengenai transportasi dipandang masih Jakarta Sentris, dan bersifat ritual, membuat transportasi sulit berkembang. Oleh karenanya di tahun 2016 ini MTI akan bertekad mengembangkan jenis transportasi ini.

Tol Cipali - Subang

Tentang Ide Voucher Mudik Pada Lebaran 2016
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh MTI, banyaknya kasus kemacetan di Indonesia terjadi saat momen musiman yang bersifat ritual seperti perayaan hari besar nasional dan hari besar keagamaan. Oleh karenanya di tahun 2016 pemerintah dipandang perlu untuk melakukan revitalisasi angkutan umum. Ada satu ide dari MTI yang menarik untuk diikuti proses implementasinya, yaitu mengusulkan kepada pemerintah mengenai pembagian voucher mudik saat musim mudik lebaran. Ide ini muncul dari maraknya program mudik gratis yang diadakan oleh banyak perusahaan yang belum terkordinir dengan baik, baik dari segi jumlah kendaraan maupun jumlah peserta, sehingga berpotensi terjadi kemacetan parah dikarenakan infrastruktur jalan tidak sebanding dengan volume kendaraan. Belum lagi ditambah dengan mudik kendaraan pribadi. Dengan adanya voucher mudik, masyarakat dipaksa untuk menggunakan angkutan umum. Dan pemerintah tinggal megontrol volume jumlah angkutan umum yang akan digunakan versus berapa infrastruktur yang musti disiapkan, sehingga akan tercipta keseimbangan dan sistem transportasi nasional yang kondusif.

Bagaimana konsep voucher mudik ini bisa terimplementasi di musim mudik lebaran nanti? Kita lihat implementasi sambil menunggu kerja cerdas komunitas ini.

Selamat ulang tahun buat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), semoga semakin jaya dan memunculkan ide ide segar untuk perbaikan sistem transportasi nasional.

1 komentar:

  1. Wah... saya termasuk yang menunggu adanya voucher mudik ini.

    BalasHapus